Butuh Pembicara? Call us +62 812 6988 6575
Advanced
Search
  1. Home
  2. 7 Strategi Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Umum
7 Strategi Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Umum

7 Strategi Mengatasi Kecemasan Berbicara Di Depan Umum

  • September 13, 2019
  • 33 Likes
  • 1108 Views
  • 0 Comments

Mengatasi Kecemasan berbicara di Depan Umum

Apakah Anda memiliki masalah bicara atau cemas berbicara di depan umum? Jika demikian, Anda tidak sendiri. Banyak orang menderita kecemasan yang sulit didespkripsikan setiap kali mereka dihadapkan pada tantangan untuk berdiri di podium atau memulai percakapan dengan orang baru.

Glossophobia, atau ketakutan berbicara di depan umum, adalah fobia yang sangat umum dan diyakini mempengaruhi hingga 75% populasi. Fobia ini dapat berkisar dari sedikit gugup hingga ketakutan penuh, dan bahkan dapat menjadi intens hingga menyebabkan serangan panik.

Beberapa orang menghindari rasa malu dengan menghindari berbicara di depan umum sama sekali. Itu bukanlah pendekatan yang tepat untuk masalah ini, karena semakin Anda menghindari berbicara di depan umum, semakin memperburuk masalah dan akhirnya menjadi kronis dan mengganggu Anda.

”Glossophobia, atau ketakutan berbicara di depan umum, adalah fobia yang sangat umum dan diyakini mempengaruhi hingga 75% populasi”

Jika tidak Anda tangani dengan tepat, hal itu bisa menjadi masalah bagi karier Anda. Berbagi ide dalam meeting, mengelola tim, atau berbicara atas nama organisasi Anda_ semua hal itu memerlukan komunikasi atau berbicara kepada sekelompok orang. Tidak dapat melakukan itu semua akan membuat Anda kehilangan banyak peluang untuk peningkatan karir Anda.

Untuk mengatasi masalah ini, cobalah 7 teknik berikut untuk mengatasi kecemasan berbicara Anda:

1. Persiapkan dengan matang

Banyak orang cemas berbicara di depan umum karena takut tidak memiliki cukup pengetahuan tentang topik tersebut. Mereka takut seseorang di antara penonton mungkin mengajukan pertanyaan sulit yang belum tentu bisa mereka jawab. Anda dapat memperbaiki masalah ini dengan mempersiapkan secara menyeluruh dan mendapatkan keyakinan yang cukup pada kemampuan Anda untuk menyampaikan topik secara optimal. Pastikan Anda berlatih dan meneliti jauh dan luas. Atur waktu presentasi latihan Anda untuk memastikan bahwa presentasi Anda sesuai dengan waktu panggung Anda yang terbatas.

Kemudian, hindarilah metode menghafal. Penguat kepercayaan diri lainnya adalah memastikan bahwa Anda tidak hanya menghafal sebuah naskah. Pahami setiap konsep presentasi untuk memastikan bahwa Anda tidak akan mengalami blank selama presentasi Anda. Menghafal kata demi kata berisiko karena Anda dapat melupakan beberapa kata atau, dalam beberapa kasus ekstrem, sesuatu dapat mengganggu pikiran Anda hingga Anda betul-betul lupa apa yang sudah Anda hafalkan. Cukup ingat poin-poin utama dan subtopik utama dan isi sisanya selama presentasi. Improvisasi memberi Anda rasa spontanitas, yang akan membuat audiens Anda tetap terlibat.

2. Jangan terburu-buru

Tergesa-gesa berarti berbicara cepat tanpa mempedulikan apakah maksud Anda jelas atau tidak, atau tanpa terlalu memedulikan bahasa tubuh Anda. Saat Anda berbicara dengan cepat, pola pernapasan Anda berubah dan Anda mulai mengalami sesak dan dangkal napas. Terkadang Anda mungkin kehabisan udara atau tiba-tiba terpaksa menahan napas. Ini bukan pertanda baik karena orang akan melihat kegelisahan Anda dan mungkin mulai menganalisis Anda sebagai pribadi alih-alih berfokus pada apa yang Anda katakan.

mengatasi kecemasan berbicara

3. Berlatih kontrol suara

Ada banyak kesempatan untuk terapi wicara untuk orang dewasa yang dapat Anda manfaatkan jika Anda ingin melatih kontrol suara. Di akhir latihan, Anda akan mempelajari cara bernapas melalui diafragma sebagai lawan dari dada. Pernapasan diafragma adalah teknik yang tak ternilai harganya untuk artis publik mana pun, termasuk penyanyi, penceramah, dan pembicara publik. Ada beberapa teknik untuk melatih pernapasan diafragma. Yang ini disebut teknik peregangan tulang rusuk:

  • Berdiri dan lengkungkan punggung Anda
  • Hembuskan napas sebanyak mungkin
  • Mulailah menarik napas perlahan dan bertahap, hirup udara sebanyak mungkin
  • Tahan napas Anda selama sekitar 10 detik
  • Hembuskan napas perlahan melalui mulut. Anda bisa melakukannya secara normal atau dengan mengerucutkan bibir

4. Libatkan penonton

Triknya di sini adalah membuat presentasi Anda interaktif, bukan membuat monolog. Tantangan berbicara monolog adalah Anda akan memikul beban “mendidik” penonton dan menghibur mereka semua sendirian. Lain halnya jika Anda adalah seorang stand up comedian, mengurangi kebosanan penonton saat memberikan monolog hampir mustahil. Namun di sisi lain sebuah interaksi memungkinkan Anda untuk mengajukan pertanyaan dan melibatkan audiens agar mereka tetap aktif. Memberi mereka waktu satu menit untuk mendiskusikan sesuatu di antara mereka memungkinkan Anda untuk beristirahat, selama waktu itu Anda dapat mengatur ulang pikiran Anda.

3 cara untuk membuat presentasi menjadi interaktif

1. Mintalah interaksi

Mulailah presentasi dengan mengajukan pertanyaan atau memberi tahu audiens bahwa selama presentasi Anda akan meminta masukan mereka.

2. Minta pendapat mereka

Orang-orang suka pendapat mereka didengar. Membuat pernyataan selama presentasi dan kemudian bertanya kepada orang-orang apa yang mereka pikirkan adalah cara yang bagus untuk membuat audiens tetap tertarik dan fokus.

3. Gunakan visual

Orang-orang menyukai hal-hal yang akan disajikan secara visual, karena grafik dapat mengirimkan pesan lebih mudah daripada beban teks yang berat. Menggunakan video atau ikon interaktif dalam slide PPT Anda dapat membuat audiens tetap fokus dan tertarik pada apa yang Anda katakan.

Leave Your Comment